Senin, 23 April 2018

HARI BUKU SEDUNIA




Jurlan News, Jakarta-Tepat pada hari ini, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau biasa juga disebut sebagai Hari Buku Sedunia.

Berdasarkan penjelasan UNESCO, tanggal 23 April dipilih karena pada 23 April 1616 ada beberapa sastrawan besar dunia yang meninggal dunia.

Perayaan Hari Buku Sedunia yang mulai diadakan sejak tahun 1995 di Paris ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada buku-buku dan para penulis serta mempromosikan budaya membaca, penerbitan dan hak cipta.

Pada tahun 2017, Conakry terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia. Kota yang terletak di Guinea, Afrika Barat itu terpilih "karena kualitas dan keragaman programnya, terutama fokusnya terhadap keterlibatan masyarakat,” kata tim panitia seleksi.

Panitia seleksi Ibu Kota Buku Dunia juga menambahkan alasan memilih ibu kota negara Guinea itu lantaran “anggaran yang terstruktur dengan baik dan tujuan pembangunan yang jelas dengan penekanan kuat pada pemuda dan keaksaraan."

Setiap tahun UNESCO membuka pendaftaran bagi kota-kota di seluruh dunia yang ingin mengajukan diri menjadi Ibu Kota Buku Dunia dengan mengirimkan sejumlah dokumen persyaratan.

Untuk 2018 Athena di Yunani telah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia ke-18.

Adapun kota-kota yang pernah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia lainnya adalah Madrid (2001), Alexandria (2002), New Delhi (2003), Antwerp (2004), Montreal (2005), Turin (2006), Bogota (2007), Amsterdam (2008), Beirut (2009), Ljubljana (2010), Buenos Aires (2011), Yerevan (2012), Bangkok (2013), Port Harcourt (2014), Incheon (2015), dan Wroclaw (2016).

Lalu, bagaimana dengan kota-kota di Indonesia? Menurut studi dari UNESCO, menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen atau 1 berbanding 10.000. Salah satu penyebab dari rendahnya minat baca di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap buku.

Hal tersebut menyebabkan Indonesia berada di posisi kedua terakhir dalam hal minat baca. Sebuah studi dari Central Connecticut State University di tahun 2016 mengenai “Most Literate Nations in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara ke-60 dari total keseluruhan 61 negara.

Maka dari itu, sejumlah pegiat literasi membuat suatu kegiatan yang sudah dimulai sejak 2017 lalu, yaitu Ke(read)ta. Kereadta adalah gerakan membaca buku sekaligus ajakan untuk membaca di dalam kereta. Pada tahun ini, Kereadta digerakkan oleh tiga komunitas literasi, yaitu Taman Baca Inovator, Indoreadgram dan Booktube Indonesia.

Ada pula komunitas lain yang ikut merayakan Hari Buku Sedunia dengan mengunggah kata-kata di akun sosial medianya. "Tetap membaca meski terkadang hanya sedikit halaman yang bisa dihabiskan. Tetap semangat menyebarkan virus membaca sekalipun tidak banyak yang memedulikan." Komunitas Pecandu Buku pada unggahan di Instagram.

(RDP02)

2 komentar:

Menu :